Film Dilan 1991 akan tayang pada 28 Februari 2019. Dalam pembuatannya, film ini mengisahkan cerita cinta remaja 1990-an dengan latar Kota Bandung Jawa Barat. Produser Film Dilan 1991, Ody Mulya mengatakan, film ini juga akan mempromosikan pariwisata Jawa Barat. Oleh karena itu, gala premier film ini akan dilakukan di Bandung. “Tanggal 24 Februari 2019,” kata dia dalam Konfrensi Pers Film Dilan 1991 di XII Kemang Village, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.

Iqbaal Ramadhan menuai popularitas luar biasa atas perannya sebagai Dilan dalam film Dilan 1990. Karakternya sangat melekat dan digandrungi oleh penggemar. Belum lagi dengan chemistry-nya dengan lawan mainnya Vanesha Prescilla yang berhasil membuat banyak orang terbawa perasaan.

Setelah sukses meraup jutaan penonton, film Dilan 1990 yang tayang awal tahun ini akan memulai syuting kembali untuk sekuelnya, Dilan 1991. Rencananya film itu akan rilis tahun 2019. Produser Max Picture Ody Mulya mengatakan rencananya syuting Dilan 1991 dimulai pekan ini. Ia berharap syuting bisa lancar dan film rilis sesuai rencana pada tahun depan. “Syuting hari pertama kita mulai 3 November nanti. Mohon doa restu supaya lancar,” ucap Ody saat press conference produksi film Dilan 1991 di Hotel Jayakarta, Kota Bandung, Senin (29/10/2018).

Untuk kamu pencinta film Dilan, pasti sudah nggak sabar ya buat nonton sekuel Dilan selanjutnya yang akan diberi judul Dilan 1991? Menurut Fajar Bustomi, sang sutradara film Dilan 1990, film ini akan menjadi perjalanan lanjutan kisah cinta Dilan dan Milea di tahun 1991 beserta intrik dan cerita yang terjadi di sekitar tahun tersebut.

Proses syuting film Dilan 1991 tidak lama lagi akan dimulai. Hal tersebut disampaikan oleh Fajar Bustomi,  sang sutradara yang mendampingi Pidi Baiq.

Industri perfilman Tanah Air kembali mengangkat kisah novel populer ke layar lebar. Novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan 1990 menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Sejak kemunculan kabar bahwa novel tersebut akan dibuatkan film, banyak perdebatan muncul di kalangan pecinta buku. Tak sedikit yang kecewa dengan ide novel laris ini dibuatkan film.